Monday, February 25, 2013

Sekolah Tinggi Akuntasi Negara dari Sudut Pandang Kualitas Lulusan


Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) yang menghasilkan lulusan berkualifikasi siap kerja sejak tahun 1964. Dan pada akhirnya memperoleh dasar hukum tetap lewat Keputusan Presiden RI No.45 Tahun 1974 juncto Keputusan Presiden RI No. 12 Tahun 1967 serta dengan landasan hukum Peraturan Menteri Keuangan RI No. 1/PMK/1977 tangggal 18 Februari 1977. PTK yang bernaung di bawah kementerian keuangan ini mendidik mahasiswanya agar menjadi calon pegawai negeri sipil yang siap dan terbiasa menghadapi dunia kerja kementerian keuangan. Tidak hanya kualifikasi dalam bidang akademis, namun juga moral dan etika. Hal ini terbukti dari berbagai mata kuliah moral dan etika yang masuk sebagai salah satu mata kuliah di STAN.

Akhir-akhir ini terdapat berbagai isu terkait kualitas lulusan STAN, dikarenakan beberapa alumni STAN terjerat kasus korupsi. Kemudian adanya moratorium yang dilakukan oleh kementerian keuangan. Lalu adanya protes dan ketidaksetujuan berbagai pihak terkait  lulusan STAN memperoleh perlakuan istimewa dalam hal penempatan kerja. Faktor-faktor ini menjadi berbagai spekulasi penyebab STAN menunda penerimaan mahasiswa baru program D3 dalam 2 tahun terakhir, meskipun belum ada satupun yang meyakinkan dan pasti. Namun yang pasti, STAN mengalami berbagai perubahan dan para mahasiswa pun sampai saat ini masih belum tahu, bagaimana perubahan selanjutnya yang  akan terjadi terhadap perguruan tinggi ini.

Apabila dikaitkan dengan kinerja STAN sendiri, dan jika memang yang menjadi penyebab penundaan penerimaan mahasiswa baru ini adalah kualitas lulusan STAN, maka tentu saja perlu adanya berbagai perubahan. Dari sudut pandang audit kinerja, beberapa rekomendasi yang mungkin diajukan oleh auditor, diantaranya sebagai berikut :

1.    Diadakannya ujian tambahan setelah kelulusan, sehingga lulusan STAN tidak secara otomatis bekerja di bawah kemeterian keuangan, namun masih harus melalui ujian ini. Beberapa kabar dan rencana terkait ujian ini sepertinya sudah tersebar, dan para mahasiswa pun mulai menyiapkan diri untuk menghadapi ujian ini.
2.   Memperketat peraturan dan disiplin di kampus. Diantaranya menegakkan peraturan-peraturan dasar, baik akademis maupun non-akademis, sehingga lulusan STAN terbiasa untuk hidup disiplin dan bahkan “lebih “ disiplin lagi. Disiplin dalam jiwa dan sikap, agar nantinya mampu menjalankan amanah sebagai pegawai di lingkungan kerja. Hal ini pun nampaknya sudah mulai dilaksanakan di kampus. Diantaranya sebagai contoh adalah adanya pemeriksaan kartu tanda mahasiswa.
3.     Memperbaiki fasilitas kampus. STAN pun sebenarnya sudah melakukan hal ini, di antaranya sebagai contoh adalah perbaikan gedung, sanitasi, sound system, dan lain sebagainya. STAN sudah banyak berbenah dan masih dalam proses untuk terus berbenah, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya.

Dengan kata lain, sebenarnya saat ini STAN sudah melakukan berbagai tindakan dan usaha nyata untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lulusannya. Terlepas apakah memang ada masalah atau tidak pada kualitas lulusan, namun langkah-langkah untuk memperbaiki kualitas lulusan sudah dilakukan oleh sekretariat STAN. Dan jika memang tidak ada masalah pada kualitas lulusan, maka bukankah peningkatan kualitas selalu merupakan hal positif yang harus kita lakukan ? Dan dalam hal ini, tindakan yang dilakukan oleh STAN sudah mencerminkan tindakan perubahan dan usaha peningkatan kualitas yang patut kita dukung. Bila posisi kita sebagai salah seorang mahasiwa STAN, maka tentu saja dukungan bisa diwujudkan lewat mentaati peraturan yang berlaku dan terus memberikan masukan yang positif dalam berbagai kesempatan.  Dan bila kita sebagai pihak luar yang terus mengikuti perkembangan STAN, maka tentu saja dukungan bisa diwujudkan lewat kritik dan saran yang membangun, atau dengan mengubah pandangan dan citra kita terhadap perguruan tinggi ini, agar citra STAN dalam masyarakat luas tetap positif, dan pada akhirnya, terbangun kepercayaan terhadap kualitas lulusan STAN.

No comments:

Post a Comment